-->

Struktur Tubuh pada Manusia


RANGKA MANUSIA
A.     RANGKA TUBUH MANUSIA
Tubuh berdiri tegak karena ditunjang oleh rangka. Rangka terdiri atas dua macam yaitu rangka dalam (endoskeleton) dan rangka luar (eksoskeleton). Contoh rangka dalam yaitu rangka tubuh manusia, dan contoh rangka luar yaitu hewan berbuku-buku.
Rangka tubuh disusun oeh tiga jenisjaringan, yaitu jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, dan jaringan ikat sendi (ligamen). Tulang penyusun rangka, kurang lebih berjumlah 206. Jumlah yang pasti di tentukan oleh umur. Rangka bayi yang baru lahir dibentuk oleh 250 buah tulang, kemudian dalam perkembangan lebih lanjut ada sejumlah tulang yang tumbuh menjadi satu. Penyusun tulang terdiri dari sel-sel tulang, zat kapur (kalsium), fosfor,dan zat perekat (collagen).
Pada tulang keras (biasanya di sebut tulang saja), terdapat lebih banyak zat kapur karena itu bersifat keras. Sedangkan tulang rawan, mengandung lebih banyak zat perekat sehinga lebih lentur. Tulang rawan, banyak terdapat pada bayi, dalam perkembangan lebih lanjut, tulang tersebut akan tumbuh menjadi tulang . Pada orang dewasa, tulang rawan ditemukan pada cuping hidung, daun telinga, dan sambungan antara tulang dada dengan tulang rusuk tulang rawan tidak dilalui oleh pembuluh darah.
Ikat sendi, merupakan suatu jaringan yang kuat tetapi lentur. Fungsinya menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain. 

B.      GUNA RANGKA
1.      Untuk menegakkan tubuh serta menentukan bentuk tubuh .
2.      Melindungi jaringan lunak yang mudah rusak, misalnya otak, jantung, paru, hati, dan jaringan saraf tulang belakang .
3.      Tempat melekatnya otot-otot rangaka.
4.      Tempat pembentukan sel darah merah, keping darah, dan sel darah putih.
5.      Bersama-sama dengan otot merupakan alat gerak. Rangka disebut alat gerak pasif, sedngkn otot disebut alat gerak aktiv.
6.      Tempat menyimpan dan mngatur Ca dan P.
C.      SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA
Tulang penyusun rangka tubuh dibagi kedalam 3 kelompok besar, yaitu tulang penyusun rangka kepala (tengkorak), kelompok tulang penyusun rangka badan dan kelompok tulang penyusun rangka anggota gerak (kaki dan tangan).
1.      Rangka Kepala
Rangka kepala dibagi lagi menjadi tulang tengkorak (cranial) yang melindungi otak dan tulang wajah (fasial). Tulang tengkorak tersusun dari 8 tulang yang kuat dan rata dengan sisi berbentuk zig-zag. Tulang-tulang yang dimaksud adalah sebagai berikut.
a.      Tulang dahi (frontal)                                                (1 buah)
b.      Tulang ubun-ubun (parietal)                                    (2 buah)
c.       Tulang tengkorak belakang (occipital)         (1 buah)
d.      Tulang baji (sphensid)                                  (2 buah)
e.      Tulang pelipis (temporal)                             (2 buah)
Ketika kita dilahirkan, tulang-tulang ini tidak menyatu sehingga kepala kta sedikit lentur dan dapat melewati saluran lahir ibu dengan lebih mudah. Tulang-tulang itu disatukan oleh lapisan jaringan ikat yang disebut jaringan jahit (sutura), yang secara berangsur-angsur berubah manjadi tulang. Daerah tempat bersatunya disebut sendi tetap.
Tulang wajah tersusun dari 14 tulang, yaitu :
a.      Tulang rahang atas (maxilla) 2 buah
b.      Tulang rahang bawah (mandibulla) 2 buah
c.       Tulang pipi dengan lengkung pipi (zyapromaties) 2 buah
d.      Tulang langit-langit (palatun) 2 buah
e.      Tulang hidung (nasal) 2 buah
f.        Tulang air mata (laerimal) 2 buah
g.      Tulang mata bajak 1 buah
h.      Tulang lidah 1 buah

2.      Rangka Badan
Rangka badan berfungsi sebagai pelindung organ-organ tubuh yang terletak dalam rongga badan, misalnya jantung dan paru-paru. Rangka badan tersusun oleh tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, gelang bahu, dan gelang pinggul.
Tulang belakang merupakan sumbu dari badan dan berhubungan dengan tengkorak. Tulang ini sering disebut tulang punggung (vertebral column) atau tulang pendudukung pusat tubuh (spiral column). Jumlah tulang belakang ada 33 yang disebut ruas tulang punggung ( vertebrata), yang terbagi lagi menjadi 3 bagian yaitu :
a.      Tulang leher ( 7 ruas)
b.      Tulang punggung ( 12 ruas)
c.       Tulang ekor (4 ruas).
Tulang dada bentuknya pipih agak lebar, panjangnya kira-kira 15-20 cm, pada bagian bawah agak mengecil. Tulang ini berhubungan dengan tulang selangka dan tulang rusuk. Tulang dada dapat dibedakan menjadi tulang dada atas, tulang dada tengah dan pedang-pedangan.
Tulang rusuk berbentuk pipih panjang dan membentuk sangkar, jumlahnya 12 pasang. Tulang ini bergabung dengan ruas tulang unggung, lalu melengkung keluar dan melingkar ketubuh bagian depan. Tulang rusukdibagi lagi menjadi tulang rusuk sejati (7 pasang), tulang rusuk palsu (3pasang) dan tulang rusuk melayang (2 pasang).
Tulang gelang bahu merupakan tempat persendian dengan bahu (lengan atas) terdiri dari tulang selangka atau clavicula (2 buah) dan tulang belikat atau scapula (2 buah).
Tulang gelang panggul merupakan tempat persendian dengan tulang paha. Tulang gelang panggul dibagi lagi menjadi tulang usus (2 buah), tulang duduk (2 buah) dan tulang kemaluan (2 buah).

3.      Rangka Anggota Gerak
Tulang anggota gerak berupa tulang pipa dan tulang pendek yang berhubungan satu sama lainnya dengan perantaraan persendian. Fungsi utamanya untuk bergerak sehingga diberi nama tulang anggota gerak. Rangka anggota gerak  dirinci lagi menjadi rangka anggota gerak atas dan rangka anggota gerak bawah.
a.      Rangka anggota gerak atas terdiri :
·         Tulang lengan atas 2 buah
·         Tulang hasta 2 buah
·         Tulang pengumpil 2 buah
·         Tulang pergelangan tangan 16 buah
·         Tulang telapak tangan 10 buah
·         Tulang jari tangan 28 buah
b.      Rangka anggota gerak bawah terdiri :
·         Tulang paha 2 buah
·         Tulang betis 2 buah
·         Tulang kering 2 buah
·         Tulang tempurung lutut 2 buah
·         Tulang pergelangan kaki 14 buah
·         Tulang telapak kaki 10 buah
·         Tulang jari kaki 28 buah


D.     BENTUK DAN STRUKTUR TULANG
1.      Bentuk Tulang
Tulang muai berkembang dalam janin selama minggu pertama masa kehamilan. Pada awalnya, sebagian besar tulang merupakan tulang rawan. Ketika bayi tumbuh, tulang rawan secara berangsur-angsur diganti denagn jaringan ikat yang mengeras dan akhirnya menjadi tulang. Proses yang disebut osifikasi ini terus berkembang kira-kira umur 20 tahun. Tengkorak dan tulang rahang tidak berkembang dari tulang rawan, tetapi dar osifikasi jaringan lunak.
Seorang bayi yang baru lahir mempunyai lebih banyak tulang daripada orang dewasa. Beberapa tulang kemudian akan menyatu ketika ia tumbuh. Tulang bayi lentur dan lunak, tetapi akan menjadi lebih kuat dan lebih keras apabila serat didalamnya telah dikelilingi endapan kalsium yang keras.
Tulang dapat dibedakan berdasarkan bentuknya, sebagai berikut:
a.      Tulang pipa, bentuknya seperti pipa dan didalamnya berisi sumsum kuning. Contoh tulang paha, tulang kering, tulang lengan atas.
b.      Tulang pipih, bentuknya pipih dan didalamnya berisi sumsum merah. Contoh tulang dada, tulang rusuk, tulang belikat, tulang panggul.
c.       Tulang pendek, bentuknya pendek, didalamnya berisi sumsum merah. Contohnya tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki, ruas-ruas tulang belakang dan tulang-tulang jari tangan atau kaki.

2.      Struktur Tulang
Mineral yang terdapat dalam matriks tulang terutama adalah calsium dan fosfat. Unit dasar dari kortek tulang disebut sistem haversian. Yg terdiri dari saluran haversian (yang berisi pembuluh darah, saraf dan lymphatik), lacuna (berisi osteosit), lamella, canaliculi (saluran kecil yang menghubungakan lacuna dan saluran haversian.
Bentuk dan kontruksi tulang tertentu ditentukan oleh fungsi dan gaya yang bekerja padanya. Tulang tersususn oleh jaringan tulang kanselus (trabekular/spongius) dan ortikal (kompak). Tulang panjang (mis femur berbentuk seperti tangkai atau batang panjang dengan ujung yang membulat). Batang atau diafasis terutama tersusun atas tulang kortikal. Ujung tulang panjang dinamakan epifisis yang tersusun oleh tulang kanselus. Plat epifisis memisahkan epifisis dari diafisis dan merupakan pusat pertumbuhan longitudinal pada anak-anak. Pada orang dewasa mengalami klasifikasi. Ujung tulang panjang ditutupi oleh kartilago artikular pada sendi-sendinya. Tulang panjang disusu untuk menyagga berat badan dan gerakan. Tulang pendek (misalnya metakarpal) terdiri dari tulang kanselus ditutupi selapis tulang kompak. Tulang pipih (misalnya sternum) merupakan tempat penting hematopoesis dan sering memberikan perlindungan bagi organ vital. Tulang pipi tersusun dari tulang kanselus diantara 2 tulang kompak. Tulang tak teratur misalnya vertebra mempunyai bentuk yang unik yang sesuai dengan bentuknya. Secara umum, struktur ulang tak teratur sama dengan tulang pipih.
Tulang tersusun atas sel, matriks protein, dan deposit mineral. Sel-selnya terdiri atas tiga jenis dasar-osteoblas, osteosit, dan osteoklas.
1.       Osteoblast. Sel pembentuk tulang. Memproduksi kolagen tipe I dan berespon terhadap perubahan PTH.Tulang baru dibentuk oleh osteoblast yang membentuk osteoid dan mineral pad matriks tulang à bila proses ini selesai osteoblast menjadi osteocytes dan terperangkap dalam matriks tulang yg mengandung mineral
2.       Osteocytes. Berfungsi memelihara kontent mineral dan elemen organik tulang.
3.       Osteoclast. Menyerap tulang selama pertumbuhan dan perbaikan. Penyerapan tulang dengan cara mengeluarkan asam laktat dan kolagenase à menghancurkan mineral dan merusak kolagen.
Bagian terluar tulang diliputi oleh periosteum, yaitu lapisan jaringan pengikat yang kuat. Periosteum merupakan tempt melekatnya otot dmengandung banyak pembuluh darah yang memberikan banyak makanan bagi tulang. Tulang rawan yang menghubungkan tulang dengan sendi tidak diselubungi oleh jaringan periosteum.

E.      HUBUNGAN ANTAR TULANG
Setiap tulang tidak lepas sendiri-sendiri. Hubungan antar tulang disebut sendi.
1.      Sendi mati (hubungan antar tulang tersebut tidak dapat digerakkan). Contoh hubungan antar tulang penyusun tengkorak.
2.      Sendi kaku / sendi kejur (dapat digerakkan, tetapi geraknya sedikit sekali). Contoh hubungan antar tulang rusuk dan tulang dada, yang diantaranya terdapat tulang rawan.
3.      Sendi gerak (hubungan antar tulang yang dapat digerakkan dengan bebas). Contohnya antara hubungan tulang lengan dengan gelang bahu. Sendi gerak inilah yang sering disebut sendi / persendian.
Berdasarkan macam gerakannya, sendi gerak dapat dibedakan menjadi :
     Sendi putar (sendi guling), tulang yang satu memutari tulang yang lain sebagai poros. Contoh tulang pengumpil dengan tulang hasta, tulang atlas dengan tulang pemutar.
     Sendi engsel, gerakannya hanya ke satu arah. Contoh ruas-ruas jari, siku dan lutut.
     Sendi peluru, gerakannya dapat ke segala arah. Contoh tulang paha dengan gelang panggul.
     Sendi pelana, gerakan kedua arah. Contoh sendi pada ruas-ruas tulang belakang, sendi antara tulang telapak tangan dengan tulang pergelangan tangan.

F.     MENJAGA KESEHATAN TULANG
Tulang yang menyusun rangka kita terbuat dari sel-sel hidup yang berisi pembuluh darah dan saraf, dapat tumbuh dan memperbaiki strukturnya sendiri. Dasar sel jaringan tulang kompak saling berhubungan dan berubah menjadi tulang ketika terisi garam kalsium. Sel-sel itu tersusun dalam satu pola yang terpusat pada saluran yang melewatkan pembuluh darah dan saraf. Sebagian besar jarinagan tulang tersusun dari perpaduan serat kalogen dan mineral. Kolagen memberikan kekuatan dan kelenturan, sedangkan mineral mengeraskan, tetapi bisa juga menjadi penyebab patahnya tulang.
Pertumbuhan kesehatan tulang tergantung pada ketersediaan kalsium dan fosfat yang memadai. Itulah sebabnya anak-anak dan ibu yang sedang mengandung sangat memerlukan mineral-mineral ini dalam makanannya. Anak-anak yang tidak mendapat makanan yang benar atau jarang berjemur di sinar matahari, tulangnuya akan tetap lnak dan bengkok apabila mendapat tekanan. Perkembangan yang tidak normal ini disebut rachitis. Tambahan kalsium dan vitamin C dosis tinggi dapa diberikan untuk memeperkuat tulang.
Tulang bertindak sebagai penyimpan kalsium untuk menopang tubuh. Apabila tubuh membutuhkan kalsium lebih banyak dari yang disediakan oleh makanan maka tubuh akan menganbil dari persediaan tulang. Setelah kehilangan kalsium tulang akan menjadi lemah.
Orang tua, terutama wanita, sering menderita penipisan dan perapuhan tulang yang disebut osteoporosis. Orang yang mengalami kondisi ini akam menjadi bungkuk dan tulangnya mudah patah. Olahraga secara teratur dan pemberian kalsium dalam jumlah yang cukup akan sangat membantu.

G.    KELAINAN DAN GANGGUAN PADA TULANG DAN SENDI
1.      Kelainan dan gangguan pada sendi
Tiap-tiap sendi dibungkus dengan selaput sendi dan diperkuat dibagian luarnya oleh jaringan ikat sendi. Apabila sendi mengalami infeksi, rongga sendi akan diiisi oleh suatu cairan yang disebut getah radang. Setiap gerakan pada sendi ini menimbulkan rasa sakit, keadaan ini disebut artitis eksudatif. Sebaliknya, hal seperti tadi juga dapat mengakibatkan kekurangan minyak sendi sehingga pada waktu sendi degrakan seperti berderik-derik dan menimbulkan rasa nyeri, keadaan ini disebut artitis sika.
Selaput dan jaringan ikan sendi dapat pula rusak atau bergeser, sobeknya selaput sendi disebut memar, sedangakan lepasnya ujung tulang dari sendi disebut urai sendi atau dislokasi. Dislokasi sering terjadi pada bahu, siku, ibu jari atau jari dan lutut ketika dua tulang dalam satu sendi keluar dari posisinya karena pukulan yang kuat atau suatu gerakan memilin yang sangat dipaksakan.

2.      Kelainan dan gangguan pada tulang
Tulang kita sangat kuat, tetapi dapat pula patah apabila mendapat tekanan atau benturan yang terlalu keras. Tulang yang patah disebut fraktura. Apabila patahnya tulang tidak merobek kulit pebungkus disebut fraktura tertutup. Tulang yang patah sampai mecuat keluar kulit disebut fraktura terbuka. Lebih dari satu patahan pada sebuah tulang disebut fraktura berganda. Patah tulang yang terjadi pada anak-anak yang masih bertulang lentur dapat menyebabkan patahan tidak bersih dan tidak lengkap disebut fraktura sebagian. Tualng orag tua lebih rapuh dan mudah patah, terutama yang menderita osteoporosis.
Perawatan terbaik untuk kasus patah tulang adalah dengan mengistirahatkan tulang yang patah. Kedua bagian tulang patah diletakkan pada posisi yang benar dan disatukan seperti posisi semula. Hal ini dapat mencegah sisi tulang patah yang tajam merusak jaringan disekitarnya dan memberi kesempatan sel-sel tulang untuk bekerja memperbaikinya.
Tulang mengandung sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) dan sel-sel penghancur tulang (osteoklas). Apabila tulang patah, osteoklas menghancurkan tulang yang rusak dan osteoblas memebntuk jaringan tulang yang baru.
Pada setiap tulang yang masih hidup, terdapat selapu tulang (periosteum) yang ebrtugas menumbuhkan tulang. Jika periosteum ini rusak, bagian tulang yang tidak lagi memeperoleh makanan dari periosteum menjadi mati dan mengering, keadaan ini disebut nekrosis. Periosteum mampu pla menyambung tulang yang patah, sambungan ini disebut kalus. Apabila tulang itu hanya retak saja maka kalus dibentuk dengan cepat, retaknya tulang disebut fisura.
Kebiasaan duduk atau berdiri yang salah dapat pula mengakibatkan kelainan bentuk tulang belakang. Misalnya terjadi skolisis yaitu tulang belakang bengkok kekanan atau kekiri, kilosis yaitu tulang belakang membengkok, lordosis yaitu tulang belakang bagian pinggang membengkok kebelakang dan bagian punggung bengkok kedepan. Keadaan seperti ini bisa dilihat dengan dengan sinar X (foto rantgen).
Infeksi sipilis pada anak dalam kandungan dapat pula mengakibatkan rusaknya cakram epifisise sehingga tulang anggota geraknya menjadi layuh. Keadaan tidak bertenaga ini disebabkan oleh layuhnya tulang, atau disebut layuh semu.


OTOT MANUSIA
Tulang-tulang rangka yang kita miliki tidak akan berfungsi sebagai alat gerak apabila tidak digerakkan oleh otot. Dalam tubuh kita terdapat lebih dari 600 otot. Otot ini membentuk kira-kira 40% dari berat badan secara keseluruhan. Kita sebut daging dalam bahasa sehari-hari tak lain adalah otot.
Otot merupakan suatu jaringan. Sel-sel otot bergabung menjadi serabut-serabut otot, dan kumpulan serabut-serabut otot membentuk otot. Bentuk dan ukuran otot sangat bervariasi, ada yang bentuk lingkaran, pipih, pendek, dan panjang.

A.     JENIS OTOT
Ada tiga macam jaringan otot didalam tubuh kita, masing-masing memiliki sel-sel yang berlainan, yaitu :
1.      Otot Rangka
Otot-otot ini umumnya melekat pada rangka. Otot ini sering disebut otot lurik, otot sadar/volunter. Otot rangka dapat dikendalikan oleh otak. Dinamakan otot lurik karena jika dilihat dibawah mikroskop tampak adanya daerah gelap dan terang atau garis melintang.
Pada umumnya otot rangka berbentuk seperti sekoci, bagian tengahnya menggembung  disebut capal dan kedua ujungnya disebut tendon (urat otot). Tendon terbuat dari jringan ikat yang kuat dan kenyal, berguna untuk melekatkan otot pada tulang. Otot rangka bekerja apabila ada perintah dari otak yag disampaikan melalui syaraf.
Otot merupakan suatu jaringan. Sel-sel otot bergabung menjadi serabut-serabut otot dan serabut-serabut otot berkumpul menjadi satu kesatuan yang disebut berkas otot. Beberapa berks otot bergabung menjadi berkas otot yang lebih besar. Demikian seterusnya seingga akhirnya berbentuk satu otot.
2.      Otot Polos
Otot ini dinamakan otot tak sadar/involunter karena tidak mempunyai kendali apapun terhadap gerakannya. Kerja otot ini dikendalikan oleh kehendak. Gerakannya lamban, berirama dan tidk mudah lelah. Otot polos masih tetap bekerja meskipun kita sedang tidur.
Bagian tubuh yang tersusun oleh otot polos antara lain dinding kandung kencing, dinding pembuluh darah, dinding saluran pencernaan, dinding rahim, dan sekitar biji mata.

3.      Otot Jantung
Otot ini hanya terdapat pada jantung. Sel-sel menyerupai otot rangka, tetapi kerjanya seperti otot polos. Otot ini tidak dapat dikendalikan secara sadar, terus bekerja sepanjang waktu dengan gerakan berirama memompakan darah ke seluruh tubuh.

B.      CARA KERJA OTOT RANGKA
Otot bekerja dengan jalan berkontraksi. Pada saat berkontraksi otot menjadi lebih pendek, mengembang dan tegang. Otot rangka hanya dapat bekerja jika mendapat rangsangan dari saraf. Apabila sarafnya rusak, otot tidak dapat bekerja dalam keadaan tidak bekerja otot mengendur (relaksasi).
Otot hanya dapat menggerakan tulang ke satu arah. Misalnya membengkokan atau meluruskan. Otot yang membengkokan disebut otot fleksor dan otot yang meluruskan kembali disebut otot ekstensor. Otot fleksor dan ekstensor menarik tulang dengan cara berlawanan maka kedua otot ini dikatakan bekerja secara antagonis. Contohnya otot bisep dan trisep lengan atas.
Ada pula dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama berelaksasi untuk menggerakan tulan, otot ini disebut otot sinergis. Contohnya otot pronator yang ada pada lengan bawah. Kedua otot ini bekerjasama menggerakan lengan bawah memutar sehingga telapak tangan telungkup atau terbuka. Contoh lain otot-otot diantara tulang rusuk. Pada waktu kita bernafas, otot-otot tersebut berkontraksi bersama-sama sehingga tulang rusuk terangkat.
Otot-otot tidak dapat berkontraksi secara terus menerus. Setelah berkontraksi otot perlu beristirahat untuk mendapatkan kesegaran kembali. Jika dipaksa berkontraksi terus-menerus akibatnya otot akan kejang.
Jika otot mendapat latihan yang teratur dalam waktu yang cukup lama, otot akan menjadi lebih besar dan kuat atau hipertrofi. Sedangkan otot yang tidak digunakan akan mengecil dan lemah atau atropi, misalnya pada orang yang lumpuh, otot-otot kakinya akan menyusut.
Jumlah sel otot didalam tubuh kita tetap sama, tetapi olahraga yang teratur dapat menambah besar ukuran tiap sel, otot akan menjadi lebih besar dan kuat. Makanan yang sehat juga membantu pembentukan otot, menu seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak akan menyediakan gizi yang diperlukan tubuh.
C.      ENERGI UNTUK GERAKAN OTOT
Untuk melakukan suatu aktivitas otot memerlukan sejumlah energi. Energi diperoleh dari pembakaran glukosa didalam darah. Prosesini disebut metabolisme. Hasil buangan dari proses ini berupa karbondioksida dan air. Ketika otot bekerja perlahan-lahan aliran darah menyediakan oksigen dan glukosa untuk keperluan itu.
Disaat kita bekerja keras atau berolahraga, otot menggunakan energi cukup banyak. Akibatnya kita bernafas lebih cepat dan jantung berdetak lebih kuat untuk mengrimkan kebutuhan oksigen dan glukosa lebih banyak lagi. Otot yang bekerja akan menghasilkan panas sehingga tubuh kita terasa hangat.
Olahraga yang membutuhkan banyak energi dapat menghabiskan persediaan oksigen. Akibatnya untuk mencukupi kebutuhan energi, otot akan bekerja dengan cara lain, yaitu metabolisme anaerob (tanpa oksigen) untuk membebaskan energi dari glukosa. Glukosa banyak diperoleh dari sel-sel otot sendiri yang disimpan dalam bentuk glikogen. Akan tetapi, metabolisme ini akan menghasilkan asam laktat yang dapat menjadi racun bagi otot sehingga otot terasa nyeri dan pegal.




0 Response to "Struktur Tubuh pada Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel